Sabtu, 08 Januari 2022

Team Kader Adiwiyata EROPA Mengadakan Bakti Masyarakat Pasar dan Balai Desa

 

Tim Kader Adiwiyata EROPA melaksanakan bakti sosial dengan sasaran Pasar Jetak dan Balai Desa Kepohagung, Pamotan. 

Bakti sosial bertujuan sebagai bentuk cinta lingkungan dan kepedulian SMP N 2 Pamotan terhadap lingkungan sekitar. 

Kegiatan tersebut berbentuk kebersihan dan penanaman pohon penghijauan. 

Ulfah Khasanah sebagai pendamping Kader Adiwiyata mengatakan, "kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan para siswa adalah sudah menjadi kegiatan rutin. Selain bertujuan untuk peduli dan mencintai lingkungan, diharapkan agar karakter siswa terbentuk ke arah yang positif".

Bakti sosial juga dihadiri oleh Kepala Desa setempat sebagai ungkapan terima kasih kepada para Kader Adiwiyata EROPA. 

Ditemui secara terpisah Kepala Desa memberikan respon yang positif atas kegiatan tersebut. 

Kepala Desa berharap agar kegiatan tersebut bisa ditiru oleh sekolah-sekolah yang lain supaya hubungan timbal balik antara sekolah dan masyarakat  menjadi lebih harmonis. 

Kegiatan bakti sosial diakhiri dengan penyerahan dan penanaman pohon penghijauan di lingkungan Balai Desa Kepohagung. 








#Red. Edy ZaidaN

Selasa, 18 Februari 2020

SIAP MENUJU SEKOLAH ADIWIYATA PROVINSI








LINGKUNGAN SEKOLAH BERSERI

Aku tengok dari sudut kecil lorong sekolah
Nampak sejuk pemandangan taman penuh tumbuhan
Keakraban dan kebersamaan dengan teman-teman
Menyatu dengan kenyamanan lingkungan yang terbersihkan
Tempat yang bersih segala sampah tersisih
Bebas dari serangan kuman yang melenyapkan kesehatan
Sungguh ini tempat yang mendukung akan pendidikan
Nyaman dan sejuk karena peduli lingkungan
Udara segar terhirup tanpa aroma busuk
Debu-debu nakal terbang enggan mengusik
Sampah berada tepat dipenampungannya
Keindahan sesungguhnya kau nampakkan
Bersih sekolahku nyaman saat-saat belajarku
Suasana damai menyatu dengan alam kebersihan
Napas tak tersengap akan jahatnya kotoran
Terasa sejuk dalam peraduan setiap kalbu
Kebersihan sekolah tanggung jawabku
Lestarikan alam sebagai pendukung belajar
Tentramkan lingkungan yang bermata pengetahuan
Ciptakan suasana belajar tersejuk dirasakan

Sabtu, 02 Juni 2018

EROPA PEDULI MASYARAKAT

Rembang, 02 Juni 2018
      SMP Negeri 2 Pamotan (eropa) mengadakan kegiatan Peduli Masyarakat. Bentuk dari kegiatan tersebut adalah membagikan sembako kepada masyarakat kurang mampu di sekitar sekolah. Dana berasal dari swadaya infak jumat. Sodakoh sembako yang merupakan kegiatan rutinitas sejak tahun 1999 sampai sekarang adalah wujud dari penerapan budi pekerti yang ditanamkan oleh SMP Negeri 2 Pamotan terhadap siswanya.
      Kegiatan semacam ini dilaksanakan setiap bulan Ramadhan. Pelaksanaan dilakukan oleh siswa eropa dan didampingi oleh bpk/ibu guru dan staf karyawan. Selain mengadakan bakti sosial peduli masyarakat, sekolah kami juga mengadakan kegiatan rutin lainnya berupa SEMARAK RAMADHAN. Kegiatan Semarak Ramadhan diisi dengan berbagai macam kegiatan, berupa:
1. Pesantren Rmadhan
2. Lomba keagamaan yang diikuti oleh SD sekitar. Ada 7 SD yang merupakan SD Keluarga EROPA.
3. Fashion show muslim
4. Music Religi (Hadroh) yang juga diikuti oleh SD Keluarga.
Inilah wujud kepedulian kami terhadap masyarakat sekitar, dan semoga Allah meridhoi semua yang kami lakukan. Aamiin....







Salam EROPA
Edy ZaidaN

Jumat, 26 Januari 2018

New EROPA (esempe loro pamotan)

                                                   Group hadroh SMP Negeri 2 Pamotan

                                                  Juara 2 membatik tingkat kab.Rembang

                                                  Team Bola Volly SMP Negeri 2 Pamotan

                                             Sosialisasi Narkoba oleh Badan Anti Narkotika

                                                 Supervisi Terpadu oleh team Pengawas

                                          Koleksi tropi/piala prestasi siswa dari tahun ke tahun

Sebagai informasi bahwa pada tahun pelajaran 2017/2018 SMP Negeri 2 Pamotan menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara mandiri.

(Drs. Edy Mulyono)





Minggu, 26 Juni 2016

PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH BAGI SISWA BARU 2016

Masa Orientasi Siswa (MOS). MOS sejak dahulu dari tahun ketahun sangat identik dengan kegiatan perpeloncoan, sebenarnya tujuannya bagus, yaitu untuk melatih mental siswa baru agar lebih kuat dan tidak cengeng. Namun, ternyata pribadi setiap anak berbeda-beda, ada yang senang menerimanya ada juga yang tidak bisa menerimanya sama sekali sehingga menimbulkan tekanan batin dan akhirnya terjadilah sebuah insiden dimana terkadang ada siswa yang sampai jatuh pingsan dan orang tuanya sendiri tidak terima. 
Selain itu, setelah ditelusuri dan juga banyaknya informasi yang didapat dari berbagai daerah mengenai penyalah gunaan kegiatan MOS ini, Oleh Menteri Pendidikan Bapak Anies Baswedan kegiatan MOS ini lebih diseragamkan lagi, Beliau memberikan himbauan pada tahun 2015 kemaren bahwa setiap sekolah diharapkan tidak lagi mengadakan perpeloncoan dan kegiatan yang berbau menyiksa siswa baru. Namun, kenyataannya masih saja tetap ada, meskipun sudah tidak seperti dahulu. 
Maka dari itu, pada tahun 2016 ini. Untuk menseragamkannya, Mendikbud Mengeluarkan Permendikbud nomor 18 tahun 2016 tentang tata pelaksanaan MOS yang sekarang diberi nama menjadi "Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru. Dalam permendikbud tersebut dijelaskan bahwa dalam pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru perlu dilakukan kegiatan yang bersifat edukatif dan kreatif untuk mewujudkan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan.
Jadi, sudah tidak ada lagi, yang namanya perpeloncoan, membawa atribut-atribut aneh-aneh, kegiatan penyiksaan terhadap murid baru dan lain sebagainya. 
Supaya lebih kenal dengan istilah "Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru", yuk simak informasi dibawah ini yang juga diambil dari Permendikbud no.18 tahun 2016.
Pengenalan Lingkungan Sekolah adalah kegiata pertama masuk sekolah untuk pengenalan program sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri, dan pembinaan awal kultur sekolah.
Tujuan dari pengenalan lingkungan sekolah adalah;
  1. mengenali potensi diri siswa baru;
  2. membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, antara lain terhadap aspek keamanan, fasilitas umum, dan sarana prasarana sekolah;
  3. menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru;
  4. mengembangkan interaksi positif antarsiswa dan warga sekolah lainnya;
  5. menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong.
Nah, yang bertanggung jawab atas kegiatan ini adalah kepala sekolah langsung, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau tindakan melenceng (tidak sesuai) dengan Permendikbud ini maka sekolah sendiri yang akan menerima sanksinya. Maka dari itu, sekolah wajib menugaskan 2 orang guru sebagai pendamping dalam kegiatan ini.
Apabila terjadi perpeloncoan maupun kekerasan lainnya dalam pengenalan lingkungan sekolah maka pemberian sanksi mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan pada Satuan Pendidikan dan peraturan perundang-undangan lainnya.
Maka dari itu, untuk mengetahui kegiatan-kegiatan apa saja yang tidak diperbolehkan dalam pelaksanaan Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru, Dibawah ini ada beberapa contoh kegiatan dan atribut yang dilarang digunakan, yang tertera dalam lampiran di Permendikbud no.18 tahun 2016. 
CONTOH KEGIATAN DAN ATRIBUT YANG DILARANG DALAM PELAKSANAAN PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH
  1. Tas karung, tas belanja plastik, dan sejenisnya.
  2. Kaos kaki berwarna-warni tidak simetris, dan sejenisnya.
  3. Aksesoris di kepala yang tidak wajar.
  4. Alas kaki yang tidak wajar.
  5. Papan nama yang berbentuk rumit dan menyulitkan dalam pembuatannya dan/atau berisi konten yang tidak bermanfaat.
  6. Atribut lainnya yang tidak relevan dengan aktivitas pembelajaran.
Contoh Aktivitas Yang Dilarang Dalam Pelaksanaan Pengenalan Lingkungan Sekolah
  1. Memberikan tugas kepada siswa baru yang wajib membawa suatu produk dengan merk tertentu.
  2. Menghitung sesuatu yang tidak bermanfaat (menghitung nasi, gula, semut, dsb).
  3. Memakan dan meminum makanan dan minuman sisa yang bukan milik masing-masing siswa baru.
  4. Memberikan hukuman kepada siswa baru yang tidak mendidik seperti menyiramkan air serta hukuman yang bersifat fisik dan/atau mengarah pada tindak kekerasan.
  5. Memberikan tugas yang tidak masuk akal seperti berbicara dengan hewan atau tumbuhan serta membawa barang yang sudah tidak diproduksi kembali.
  6. Aktivitas lainnya yang tidak relevan dengan aktivitas pembelajaran.
Itulah tadi beberapa Informasi yang dapat dijadikan Panduan MOS tahun 2016 ini. Oh, iya.. jangan lupa ya untuk nama MOS sendiri sudah diubah menjadi Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru. Beberapa informasi di atas, langsung diambil dari halaman Permendibud no.18 tahun 2016. Untuk lebih jelasnya Silahkan saja unduh berkasnya pada link ini: Permendikbud no.18 tahun 2016
 
Edy ZaidaN