Sabtu, 02 Juni 2018

EROPA PEDULI MASYARAKAT

Rembang, 02 Juni 2018
      SMP Negeri 2 Pamotan (eropa) mengadakan kegiatan Peduli Masyarakat. Bentuk dari kegiatan tersebut adalah membagikan sembako kepada masyarakat kurang mampu di sekitar sekolah. Dana berasal dari swadaya infak jumat. Sodakoh sembako yang merupakan kegiatan rutinitas sejak tahun 1999 sampai sekarang adalah wujud dari penerapan budi pekerti yang ditanamkan oleh SMP Negeri 2 Pamotan terhadap siswanya.
      Kegiatan semacam ini dilaksanakan setiap bulan Ramadhan. Pelaksanaan dilakukan oleh siswa eropa dan didampingi oleh bpk/ibu guru dan staf karyawan. Selain mengadakan bakti sosial peduli masyarakat, sekolah kami juga mengadakan kegiatan rutin lainnya berupa SEMARAK RAMADHAN. Kegiatan Semarak Ramadhan diisi dengan berbagai macam kegiatan, berupa:
1. Pesantren Rmadhan
2. Lomba keagamaan yang diikuti oleh SD sekitar. Ada 7 SD yang merupakan SD Keluarga EROPA.
3. Fashion show muslim
4. Music Religi (Hadroh) yang juga diikuti oleh SD Keluarga.
Inilah wujud kepedulian kami terhadap masyarakat sekitar, dan semoga Allah meridhoi semua yang kami lakukan. Aamiin....







Salam EROPA
Edy ZaidaN

Jumat, 26 Januari 2018

New EROPA (esempe loro pamotan)

                                                   Group hadroh SMP Negeri 2 Pamotan

                                                  Juara 2 membatik tingkat kab.Rembang

                                                  Team Bola Volly SMP Negeri 2 Pamotan

                                             Sosialisasi Narkoba oleh Badan Anti Narkotika

                                                 Supervisi Terpadu oleh team Pengawas

                                          Koleksi tropi/piala prestasi siswa dari tahun ke tahun

Sebagai informasi bahwa pada tahun pelajaran 2017/2018 SMP Negeri 2 Pamotan menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara mandiri.

(Drs. Edy Mulyono)





Minggu, 26 Juni 2016

PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH BAGI SISWA BARU 2016

Masa Orientasi Siswa (MOS). MOS sejak dahulu dari tahun ketahun sangat identik dengan kegiatan perpeloncoan, sebenarnya tujuannya bagus, yaitu untuk melatih mental siswa baru agar lebih kuat dan tidak cengeng. Namun, ternyata pribadi setiap anak berbeda-beda, ada yang senang menerimanya ada juga yang tidak bisa menerimanya sama sekali sehingga menimbulkan tekanan batin dan akhirnya terjadilah sebuah insiden dimana terkadang ada siswa yang sampai jatuh pingsan dan orang tuanya sendiri tidak terima. 
Selain itu, setelah ditelusuri dan juga banyaknya informasi yang didapat dari berbagai daerah mengenai penyalah gunaan kegiatan MOS ini, Oleh Menteri Pendidikan Bapak Anies Baswedan kegiatan MOS ini lebih diseragamkan lagi, Beliau memberikan himbauan pada tahun 2015 kemaren bahwa setiap sekolah diharapkan tidak lagi mengadakan perpeloncoan dan kegiatan yang berbau menyiksa siswa baru. Namun, kenyataannya masih saja tetap ada, meskipun sudah tidak seperti dahulu. 
Maka dari itu, pada tahun 2016 ini. Untuk menseragamkannya, Mendikbud Mengeluarkan Permendikbud nomor 18 tahun 2016 tentang tata pelaksanaan MOS yang sekarang diberi nama menjadi "Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru. Dalam permendikbud tersebut dijelaskan bahwa dalam pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru perlu dilakukan kegiatan yang bersifat edukatif dan kreatif untuk mewujudkan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan.
Jadi, sudah tidak ada lagi, yang namanya perpeloncoan, membawa atribut-atribut aneh-aneh, kegiatan penyiksaan terhadap murid baru dan lain sebagainya. 
Supaya lebih kenal dengan istilah "Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru", yuk simak informasi dibawah ini yang juga diambil dari Permendikbud no.18 tahun 2016.
Pengenalan Lingkungan Sekolah adalah kegiata pertama masuk sekolah untuk pengenalan program sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri, dan pembinaan awal kultur sekolah.
Tujuan dari pengenalan lingkungan sekolah adalah;
  1. mengenali potensi diri siswa baru;
  2. membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, antara lain terhadap aspek keamanan, fasilitas umum, dan sarana prasarana sekolah;
  3. menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru;
  4. mengembangkan interaksi positif antarsiswa dan warga sekolah lainnya;
  5. menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong.
Nah, yang bertanggung jawab atas kegiatan ini adalah kepala sekolah langsung, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau tindakan melenceng (tidak sesuai) dengan Permendikbud ini maka sekolah sendiri yang akan menerima sanksinya. Maka dari itu, sekolah wajib menugaskan 2 orang guru sebagai pendamping dalam kegiatan ini.
Apabila terjadi perpeloncoan maupun kekerasan lainnya dalam pengenalan lingkungan sekolah maka pemberian sanksi mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan pada Satuan Pendidikan dan peraturan perundang-undangan lainnya.
Maka dari itu, untuk mengetahui kegiatan-kegiatan apa saja yang tidak diperbolehkan dalam pelaksanaan Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru, Dibawah ini ada beberapa contoh kegiatan dan atribut yang dilarang digunakan, yang tertera dalam lampiran di Permendikbud no.18 tahun 2016. 
CONTOH KEGIATAN DAN ATRIBUT YANG DILARANG DALAM PELAKSANAAN PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH
  1. Tas karung, tas belanja plastik, dan sejenisnya.
  2. Kaos kaki berwarna-warni tidak simetris, dan sejenisnya.
  3. Aksesoris di kepala yang tidak wajar.
  4. Alas kaki yang tidak wajar.
  5. Papan nama yang berbentuk rumit dan menyulitkan dalam pembuatannya dan/atau berisi konten yang tidak bermanfaat.
  6. Atribut lainnya yang tidak relevan dengan aktivitas pembelajaran.
Contoh Aktivitas Yang Dilarang Dalam Pelaksanaan Pengenalan Lingkungan Sekolah
  1. Memberikan tugas kepada siswa baru yang wajib membawa suatu produk dengan merk tertentu.
  2. Menghitung sesuatu yang tidak bermanfaat (menghitung nasi, gula, semut, dsb).
  3. Memakan dan meminum makanan dan minuman sisa yang bukan milik masing-masing siswa baru.
  4. Memberikan hukuman kepada siswa baru yang tidak mendidik seperti menyiramkan air serta hukuman yang bersifat fisik dan/atau mengarah pada tindak kekerasan.
  5. Memberikan tugas yang tidak masuk akal seperti berbicara dengan hewan atau tumbuhan serta membawa barang yang sudah tidak diproduksi kembali.
  6. Aktivitas lainnya yang tidak relevan dengan aktivitas pembelajaran.
Itulah tadi beberapa Informasi yang dapat dijadikan Panduan MOS tahun 2016 ini. Oh, iya.. jangan lupa ya untuk nama MOS sendiri sudah diubah menjadi Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru. Beberapa informasi di atas, langsung diambil dari halaman Permendibud no.18 tahun 2016. Untuk lebih jelasnya Silahkan saja unduh berkasnya pada link ini: Permendikbud no.18 tahun 2016
 
Edy ZaidaN

Minggu, 28 Februari 2016

LATIHAN SOAL UN SMP TAHUN PELAJARAN 2015/2016

 Berikut latihan soal UN SMP/MTs (Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah) tahun pelajaran 2015/2016, yang sudah bisa diunduh :
  1. Latihan Soal Bahasa Indonesia UN SMP/MTs | Silakan unduh disini
  2. Jawaban Latihan Soal Bahasa Indonesia UN SMP/MTs | Silakan unduh disini
  3. Latihan Soal Bahasa Inggris UN SMP/MTs | Silakan unduh disini
  4. Pembahasan Latihan Soal Bahasa Inggris UN SMP/MTs | Silakan unduh disini
  5. Latihan Soal IPA UN SMP/MTs | Silakan unduh disini
  6. Pembahasan Latihan Soal IPA UN SMP/MTs | Silakan unduh disini
  7. Latihan Soal Matematika UN SMP/MTs | Silakan unduh disini
  8. Jawaban Latihan Soal Matematika UN SMP/MTs | Silakan unduh disini


Prediksi Soal UN Matematika 2016:
1.  Matematika Paket A........... .Download ) 
2.  Matematika Paket B........... .Download ) 
3.  Kunci dan Pembahasan........Download )

Prediksi Soal UN IPA 2015:

1.  IPA Paket A........................Download )
2.  IPA Paket B........................Download )
3.  Kunci dan Pembahasan....   .Download )

Prediksi Soal UN Bahasa Inggris 2016:
1. Bahasa Inggris Paket A..... .Download )
2. Bahasa Inggris Paket B.....  Download )
3. Kunci dan Pembahasan   .  .Download )
Semoga bermanfaat ......(salam EROPA)
 

Rabu, 04 November 2015

SMP NEGERI 2 PAMOTAN KETAGIHAN SABU - SABU



Anda mungkin terkejut saat membaca kabar ini, KOK BISA...? Itu yang pertama kali terlintas di benak anda. Sekolahan ndeso kok setilah dadak ketagihan sabu-sabu?
Itulah hebatnya sekolahan yang bermerk EROPA (esempe loro pamotan), salah satu sekolahan yang berani pakai sabu-sabu sampai ketagihan. Ketagihan pasti dikonotasikan negatif.
Untuk menjawab rasa penasaran anda silahkan lanjutin bacanya!
SABU-SABU (Satu Bulan Satu Buku) adalah salah satu program SMPN 2 Pamotan yang bertujuan agar anak gemar membaca dan setelah membaca anak akan mengerti apa isi bacaan yang ada dalam buku tersebut.
Dalam satu bulan perpustakaan sekolah meminjamkan 1 buku kepada 1 siswa, setelah dibaca siswa harus mempresentasikan hasil bacaannya kepada temannya. Jadi "sambil menyelam minum air",selain anak gemar membaca, tambah pengetahuan, di sisi lain anak akan terbiasa berdiskusi serta berani berbicara di depan umum.  
HEBAT BUKAN????
Memang hebat sekali.....apa lagi program ini bersifat lomba, otomatis masing-masing anak akan bersaing untuk menampilkan hasil yang terbaik. Program SABU-SABU dilaksanakan 2 kali dalam setahun (2 semester). Semester 1 dimulai tgl 22 Agustus 2015 s/d 24 Oktober 2015. Pengumuman dan penerimaan hadiah tanggal 28 Oktober 2015. Untuk semester 2 akan dilaksanakan awal bulan Pebruari 2016.
Efek dari program ini ternyata hebat sekali walaupun baru dicanangkan untuk pertama kali. Apa sih efeknya, kok bilangnya hebat ? Itu mungkin salah satu pertanyaan anda setelah membaca tulisan di atas. Mau tau efeknya kan ?
Silahkan datang saja ke SMP Negeri 2 Pamotan, Kab. Rembang ! atau hubungi email kami smp2.pamotan@gmail.com.

Tunggu program kami yang akan datang : "WISATA PERPUSTAKAAN"



Kamis, 10 September 2015

HAORNAS 2015 SMP N 2 PAMOTAN

"GILA KEGIATAN" itulah julukan SMP Negeri 2 Pamotan. Di bulan September 2015 ini sekolahan tersebut mengadakan kegiatan hari olahraga nasional (HAORNAS). Tidak tanggung-tanggung, kami  bersama dengan 6 SD Keluarga (Gugus Diponegoro) sepakat mengadakan lomba Futsal untuk SD

Rabu, 27 Mei 2015

PERMENDIKBUD NO 04 TAHUN 2015

              MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA
 PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA
                                                     NOMOR 4 TAHUN 2015
                                                                TENTANG
   EKUIVALENSI KEGIATAN PEMBELAJARAN/PEMBIMBINGAN BAGI GURU YANG
    BERTUGAS PADA SMP/SMA/SMK YANG MELAKSANAKAN KURIKULUM 2013
         PADA SEMESTER PERTAMA MENJADI KURIKULUM TAHUN 2006 PADA
                            SEMESTER KEDUA TAHUN PELAJARAN 2014/2015
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang  :
 a.  bahwa  satuan  pendidikan  melaksanakan  kegiatan pembelajaran  berdasarkan 
      kurikulum  yang  ditetapkan  oleh Pemerintah;
b.  bahwa  berdasarkan  Peraturan  Menteri  Pendidikan  dan Kebudayaan  Nomor  160  Tahun  2014  tentang  Pemberlakuan Kurikulum  Tahun  2006  dan  Kurikulum  2013,  terdapat perbedaan  beban  belajar  peserta  didik  pada  SMP/SMA/SMK dalam  struktur  kurikulum  tahun  2006  dan  struktur
kurikulum 2013;
c.  bahwa  salah  satu  persyaratan  untuk  mendapatkan  tunjangan
profesi,  guru  harus  memenuhi  beban  kerja  minimal  24  jam
tatap muka per minggu;
d.  bahwa  berdasarkan  pertimbangan  sebagaimana  dimaksud pada  huruf  a,  huruf  b,  dan  huruf  c,  perlu  menetapkan Peraturan  Menteri  Pendidikan  dan  Kebudayaan  tentang Ekuivalensi  Kegiatan  Pembelajaran/Pembimbingan  Bagi  Guru yang  Bertugas  pada  SMP/SMA/SMK  yang  Melaksanakan
Kurikulum  2013  pada  Semester  Pertama  Menjadi  Kurikulum Tahun  2006  pada  Semester  Kedua  Tahun  Pelajaran 2014/2015;
Mengingat   :
 1.  Undang-Undang  Nomor  20  Tahun  2003  tentang  Sistem
Pendidikan  Nasional  (Lembaran  Negara  Republik  Indonesia
Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4301);
2.  Undang-Undang  Nomor  14  Tahun  2005  tentang  Guru  dan
Dosen  (Lembaran  Negara  Republik  Indonesia  Tahun  2005
Nomor  157,  Tambahan  Lembaran  Negara  Republik  Indonesia
Nomor 4586);
3.  Peraturan  Pemerintah  Nomor  19  Tahun  2005  tentang  Standar
Nasional  Pendidikan  sebagaimana  telah  diubah  dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013;
4.  Peraturan  Pemerintah  Nomor  74  Tahun  2008  Tentang  Guru
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 194,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4941);
5.  Peraturan  Presiden  Nomor  7  Tahun  2015  tentang  Organisasi
Kementerian Negara;
6.  Peraturan  Presiden  Nomor  14  Tahun  2015  tentang
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
7.  Keputusan  Presiden  Nomor  121/P  Tahun  2014  tentang
Pembentukan Kementerian dan Pengangkatan Menteri Kabinet
Kerja;
8.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional  Nomor 39 Tahun 2009
tentang  Pemenuhan  Beban  Kerja  Guru  dan  Pengawas  Satuan
Pendidikan,  sebagaimana  telah  diubah  dengan  Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 30 Tahun 2011;
9.  Peraturan  Menteri  Pendidikan  dan  Kebudayaan  Nomor  160
Tahun  2014  tentang  Pemberlakuan  Kurikulum  Tahun  2006
dan Kurikulum 2013;
MEMUTUSKAN:
Menetapkan  :  PERATURAN  MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN  TENTANG
EKUIVALENSI  KEGIATAN  PEMBELAJARAN/PEMBIMBINGAN  BAGI GURU  YANG  BERTUGAS  PADA  SMP/SMA/SMK  YANG MELAKSANAKAN  KURIKULUM  2013  PADA  SEMESTER  GANJIL MENJADI  KURIKULUM  TAHUN  2006  PADA  SEMESTER  GENAP
TAHUN PELAJARAN 2014/2015.
Pasal 1
(1)  Beban  belajar  peserta  didik  SMP  berdasarkan  Struktur  Kurikulum  2013
meliputi sepuluh mata pelajaran berjumlah 38 jam pembelajaran per minggu.
(2)  Pada struktur kurikulum SMA:
a.  Beban  belajar  peserta  didik  Kelas  X  SMA  berdasarkan  Kurikulum  2013
meliputi  dua  belas  mata  pelajaran  yang  berbeda  pada  peminatan  MIPA  dan
IPS,  sebelas  mata  pelajaran  yang  berbeda  pada  peminatan  Bahasa  dan
Budaya dengan minimal 42 jam pelajaran per minggu.
b.  Beban  belajar  peserta  didik  Kelas  XI  dan  Kelas  XII  SMA  berdasarkan
Kurikulum  2013  meliputi  dua  belas  mata  pelajaran  yang  berbeda  pada
peminatan  MIPA  dan  IPS,  sebelas  mata  pelajaran  yang  berbeda  pada
peminatan  Bahasa  dan  Budaya  dengan  minimal  44  jam  pelajaran  per
minggu.
(3)  Pada struktur kurikulum SMK:
Beban  belajar  peserta  didik  SMK  berdasarkan  Kurikulum  2013  sesuai  dengan
kelompok  peminatan  yang  mengacu  pada  Spektrum  Keahlian  yang  mencakup
Bidang Keahlian, Program  Keahlian, dan Paket  Keahlian  dengan  jumlah 48 jam
pembelajaran per minggu.
(4)  Peserta  didik  SMP/SMA/SMK  berdasarkan  Kurikulum  2013  mendapat  layanan
bimbingan dan konseling dari guru Bimbingan dan Konseling/Konselor.
(5)  Peserta  didik  SMP/SMA/SMK  berdasarkan  Kurikulum  2013  mendapat  layanan
bimbingan  Teknologi  Informasi  dan  Komunikasi/Keterampilan  Komputer  dan
Pengelolaan Informasi (TIK/KKPI) dari guru TIK/KKPI.
(6)  Satuan  pendidikan  SMP,  SMA,  dan  SMK  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1),
ayat (2),  dan  ayat (3)  dapat menambah beban belajar per minggu sesuai dengan
kebutuhan belajar peserta didik dan/atau kebutuhan akademik, sosial, budaya,
dan faktor lain yang dianggap penting, namun yang diperhitungkan Pemerintah
maksimal 2 (dua) jam/minggu.
Pasal 2
(1)  Beban belajar peserta didik SMP berdasarkan Struktur Kurikulum Tahun 2006
meliputi  sepuluh  mata  pelajaran  ditambah  muatan  lokal  dan  pengembangan
diri berjumlah 32 jam pembelajaran per minggu.
(2)  Pada struktur kurikulum SMA:
a.  Beban  belajar  peserta  didik  Kelas  X  SMA  berdasarkan  Kurikulum  Tahun
2006  meliputi  enam  belas  mata  pelajaran  ditambah  muatan  lokal  dan pengembangan diri berjumlah 38 jam pembelajaran per minggu.
b.  Beban  belajar  peserta  didik  Kelas  XI  dan  Kelas  XII  SMA  Program  IPA, Program  IPS,  dan  Program  Bahasa  berdasarkan  Kurikulum  Tahun  2006 meliputi  masing-masing  tiga  belas  mata  pelajaran  ditambah  muatan  lokal dan pengembangan diri berjumlah 39 jam pembelajaran per minggu.
(3)  Pada struktur kurikulum SMK:
a.  Beban  belajar  peserta  didik  SMK  berdasarkan  Kurikulum  Tahun  2006 meliputi sepuluh mata pelajaran ditambah muatan lokal dan pengembangan diri, masing-masing berdasarkan kelompok kejuruannya.
b.  Jumlah jam Kompetensi Kejuruan pada dasarnya sesuai dengan kebutuhan standar  kompetensi  kerja  yang  berlaku  di  dunia  kerja  tetapi  tidak  boleh kurang dari 1044 jam per tahun.
(4)  Peserta  didik  SMP/SMA/SMK  berdasarkan  Kurikulum  Tahun  2006  mendapat layanan bimbingan dan konseling dari guru Bimbingan dan Konseling/Konselor.
(5)  Satuan  pendidikan  SMP  dan  SMA  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1)  dan ayat  (2)  dimungkinkan  menambah  maksimum  empat  jam  pembelajaran  per minggu secara keseluruhan.
Pasal 3
(1)  Perubahan  beban  belajar  peserta  didik  dalam  struktur  kurikulum  dari Kurikulum  2013  ke  Kurikulum  Tahun  2006  sebagaimana  dimaksud  dalam Pasal 1 dan Pasal 2 berdampak tidak terpenuhinya  beban mengajar minimal 24
(dua  puluh  empat)  jam  tatap  muka  per  minggu  bagi  guru  mata  pelajaran tertentu di SMP/SMA/SMK.
(2)  Mata  pelajaran  tertentu  di  SMP  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1)  meliputi Bahasa  Indonesia,  Ilmu  Pengetahuan  Alam,  Matematika,  Pendidikan  Pancasila dan  Kewarganegaraan,  Pendidikan  Jasmani  Olahraga  dan  Kesehatan,  Seni Budaya, dan TIK.
(3)  Mata  pelajaran  tertentu  di  SMA  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1)  meliputi
Geografi,  Matematika,  Pendidikan  Jasmani  Olahraga  dan  Kesehatan,  Sejarah, dan TIK.
(4)  Mata  pelajaran  tertentu  di  SMK  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1)  meliputi
Bahasa  Indonesia,  Pendidikan  Jasmani  Olahraga  dan  Kesehatan,  Sejarah,  dan TIK/KKPI.
(5)  Bagi  guru  mata  pelajaran  tertentu  di  SMP/SMA/SMK  sebagaimana  dimaksud pada ayat (1) tidak dapat diterbitkan Keputusan Tunjangan Profesinya.
(6)  SMP/SMA/SMK  wajib melakukan  optimalisasi  penataan dan pemerataan beban mengajar guru.
(7)  Dalam  hal  telah  dilakukan  optimalisasi  penataan  dan  pemerataan  beban mengajar  guru  dan  masih  terdapat  guru  mata  pelajaran  tertentu  di SMP/SMA/SMK  yang  tidak  dapat  memenuhi  beban  mengajar  minimal  24  (dua puluh  empat)  jam  tatap  muka  per  minggu,  pemenuhan  beban  mengajar
dilakukan  melalui  ekuivalensi  kegiatan  pembelajaran/pembimbingansebagaimana  tercantum  dalam  Lampiran  yang  merupakan  bagian  tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
(8)  Ekuivalensi  kegiatan  pembelajaran/pembimbingan  sebagaimana  dimaksud pada ayat (7) diakui  paling banyak 25%  beban  mengajar guru  atau 6 jam tatap muka per minggu yang dibuktikan dengan bukti fisik.
(9)  Bukti  fisik  ekuivalensi  kegiatan  pembelajaran/pembimbingan  sebagaimana dimaksud  pada  ayat  (8)  berupa  fotokopi/salinan  yang  dilegalisasi  oleh  kepala sekolah  dan  disampaikan  ke  dinas  pendidikan  kabupaten/kota/provinsi  sesuai dengan kewenangannya untuk diverifikasi.
(10)  Dinas  pendidikan  melaporkan  hasil  verifikasi  ke  Direktorat  terkait  yang menangani guru sebagai dasar penerbitan Keputusan Tunjangan Profesi.
Pasal 5
Pemenuhan  beban  mengajar  melalui  Ekuivalensi  Kegiatan  Pembelajaran/Pembimbingan berlaku sampai dengan 31 Desember 2016.
Pasal 6
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.Agar  setiap  orang  mengetahuinya,  memerintahkan  pengundangan  Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
                                                              Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 13 Februari 2015
                                  MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,
                                                                                  ANIES BASWEDAN
                                                                                 Diundangkan di Jakarta
                                                                           pada tanggal 18 Februari 2015
                                  MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,
                                                                               YASONNA H. LAOLY

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG
EKUIVALENSI  KEGIATAN  PEMBELAJARAN/ PEMBIMBINGAN  BAGI  GURU  YANG  BERTUGAS  PADA SMP/SMA/SMK  YANG  MELAKSANAKAN  KURIKULUM
2013  PADA  SEMESTER  PERTAMA  MENJADI KURIKULUM  TAHUN  2006  PADA  SEMESTER  KEDUA TAHUN PELAJARAN 2014/2015
EKUIVALENSI KEGIATAN PEMBELAJARAN/PEMBIMBINGAN Kegiatan  Tugas Jumlah Kegiatan/Kelas/ Kelompok/Orang Ekuivalensi Beban Kerja Per Minggu Bukti Fisik
1.  Menjadi wali kelas:
  a.  Pengelolaan Kelas b.  Berinteraksi dengan orang tua/wali peserta didik c.  Penyelenggaraan Administrasi  Kelas d.  Penyusunan dan laporan kemajuan belajar peserta didik e.  Pembuatan catatan
khusus tentang peserta didik f.  Pencatatan mutasi peserta didik g.  Pengisian dan pembagian buku
laporan penilaian hasil belajar h.  dan lain-lain tugas kewalikelasan Satu kelas per tahun  2 jam pelajaran
 a.  Surat tugas sebagai wali kelas dari kepala sekolahb.  Program dan jadwal kegiatan yang ditandatangani
oleh kepala sekolah.
c.  Laporan hasil kegiatan wali kelas
2.  Membina OSIS  a.  Menyusun program pembinaan OSIS
b.  Mengkoordinasikan kegiatan upacara rutin dan hari besar nasional
c.  Penyelenggaraan latihan kepemimpinan dasar bagi peserta didik
d.  Mengkoordinasikan berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan class meeting
e.  Kegiatan lainnya yang berkaitan dengan pembinaan OSIS Pengurus OSIS  1 jam pelajaran  a.  Surat tugas sebagai pembina OSIS dari kepala sekolah
b.  Program dan jadwal kegiatan yang ditandatangani oleh kepala sekolah.
c.  Laporan hasil kegiatan pembinaan OSIS

No  Kegiatan  Tugas
Jumlah
Kegiatan/Kelas/
Kelompok/Orang
Ekuivalensi Beban
Kerja Per Minggu
Bukti Fisik
3.  Menjadi guru piket  a.  Meningkatkan pelaksanaan keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, kerindangan, kesehatan, keteladanan, dan keterbukaan (9K)
b.  Mengadakan pendataan dan mengisi buku piket
c.  Menjadi guru pengganti di kelas kosong
d.  Mencatat warga sekolah yang tidak disiplin
e.  Melaporkan kasuskasus yang bersifat khusus kepada kepala sekolah
f.  Melakukan kegiatan lainnya yang terkait tugas guru piketSatu kali dalam seminggu1 jam pelajaran
 a.  Surat tugas per semester sebagai guru piket dari kepala sekolah
b.  Jadwal piket yang ditandatangani oleh kepala sekolah.
c.  Laporan hasil piket per tugas
4  Membina kegiatan ekstrakurikuler, seperti OSN, Keagamaan, Pramuka, Olah raga, Kesenian, UKS, PMR, Pencinta Alam, dan KIR
a.  Menyusun program pembinaan ekstrakurikuler tertentu
b.  Melaksanakan pembinaan kegiatan ekstrakurikuler tertentu
c.  Melaporkan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler tertentu Satu paket per tahun  2 jam pelajaran  a.  Surat tugas sebagai pembina ekstrakurikuler tertentu dari kepala sekolah
b.  Program dan jadwal kegiatan yang ditandatangani oleh kepala sekolah.
c.  Laporan hasil kegiatan pembinaan ekstrakurikuler tertentu
5  Menjadi tutor Paket A,Paket B, Paket C, Paket
C Kejuruan, atau program pendidikan kesetaraanMengajar peserta didikPaket A, Paket B, atau Paket C di PKBM/SKB Jam pelajaran per mingguSesuai dengan alokasi jam pelajaranper minggu, maksimal 6 jam pelajaran
a.  SK mengajar sebagai tutor.
b.  Jadwal kegiatan yang ditandatangani oleh kepala PKBM/SKB.
c.  Laporan pelaksanaan tugas sebagai tutor.
                                      MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,
                                                                                ANIES BASWEDAN